TMMD

Upaya Bersama Jaga Lingkungan: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Komunitas Lokal Bersihkan Tepian Sungai Kesongo

BOJONEGORO, – Suara suara parang yang memotong bambu menciptakan irama tersendiri yang dipadu dengan tawa ceria, mengangkat suasana pagi di dekat sungai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di bawah sinar matahari yang mulai menyengat, terlihat sebuah keramaian yang hangat. Puluhan anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro terlihat berkolaborasi dengan masyarakat desa, mahasiswa KKN, dan petugas kebersihan untuk melakukan aksi bersih-bersih.

Kepedulian bersama ini terwujud dalam bentuk kerja bakti yang merangkul area di sekitar Jembatan Brang Etan serta bantaran Sungai Kesongo pada hari Minggu (26/7/2026). Selain menata ulang lingkungan, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangkitkan jiwa gotong royong di komunitas setempat.

Dengan keberanian, para prajurit TNI yang memakai seragam camo turun ke tebing sungai yang terjal, menyingkirkan ranting-ranting bambu yang mengganggu, serta membersihkan berbagai limbah yang dapat menghambat arus sungai. Dan SSK Satgas TMMD ke-129, Lettu Ckm Purnomo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam mencegah bencana banjir.

Dia menjelaskan, keberadaan rumpun bambu yang tumbuh lebat dan rapuh dapat berpotensi tumbang saat musim hujan, sehingga harus diantisipasi agar tidak menghalangi arus sungai. “Aksi bersih-bersih ini adalah realisasi kemanunggalan antara TNI dan warga. Dengan membersihkan sungai, kita mencegah banjir dan menjaga ekosistem demi generasi mendatang,” kata Lettu Ckm Purnomo.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat, berharap kegiatan ini akan memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. “Kami berharap agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan di sekitar sungai, mengingat aliran air ini sangat penting bagi kehidupan sehari-hari,” ungkap Kusnadi.

Dalam aksi gotong royong ini, terlihat kolaborasi yang harmonis antara ketiga komponen utama; prajurit TNI yang menjadi penggerak utama dengan pengabdian tinggi, petugas kebersihan yang mendukung secara teknis, dan masyarakat Desa Kesongo serta mahasiswa KKN yang aktif terlibat dalam kegiatan tersebut.

Tugas yang awalnya tampak melelahkan menjadi lebih mudah berkat semangat kolaboratif yang ditunjukkan. Momen ikonik terbentuk saat seorang warga berani memanjat di atas rumpun bambu, sementara para prajurit dengan sigap membantu memotong dahan dari bawah.

Kegiatan TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini menegaskan bahwa pembangunan harus meliputi kesadaran akan lingkungan dan memelihara nilai-nilai gotong royong. Sekarang, sungai yang mengalir jernih bisa menjadi simbol betapa pentingnya kerja sama antara TNI dan rakyat untuk mencapai masa depan yang lebih aman dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *