Lamongan, — Di tengah teriknya matahari, suara ketukan cetok dan adukan semen berpadu di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Dalam sebuah bangunan sederhana yang menjadi pusat spiritual bagi masyarakat, sejumlah prajurit TNI yang mengenakan seragam loreng terlihat sibuk meratakan adonan semen pada dinding mushola, dengan peluh membasahi wajah mereka.
Para prajurit tersebut merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan. Bagi mereka, memperbaiki dan merapikan dinding mushola bukan hanya sekadar memenuhi program kerja, namun menjadi wujud komitmen dan pengabdian yang mendalam kepada masyarakat setempat.
Dengan penuh ketekunan, mereka meratakan plester demi plester pada dinding mushola yang sebelumnya dalam kondisi kusam dan retak, sehingga kini perlahan-lahan menjadi rapi dan kokoh. Upaya ini dilakukan agar masyarakat Desa Tlemang dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman, khusyuk, dan tenang.
Kehadiran prajurit TNI di Desa Tlemang bukan hanya sekadar membawa bahan bangunan, tetapi juga menanamkan rasa damai dan kebersamaan di antara masyarakat. Kerjasama antara Satgas TMMD dan warga desa menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan hanya sekedar kata-kata, tetapi terwujud nyata di kehidupan sehari-hari.
Warga dan tokoh masyarakat menyampaikan rasa syukur dan terharu melihat dedikasi para prajurit. “Ketika melihat para tentara berjuang membangun dinding mushola kami, hati ini sangat terharu. Mushola ini adalah tempat kami belajar dan beribadah bersama. Kami berterima kasih kepada Kodim 0812/Lamongan, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Mbah Muji, seorang tokoh desa.
Komandan Satgas TMMD ke-129 menyampaikan bahwa renovasi tempat ibadah seperti ini menjadi prioritas mereka, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan melekatkan semen di dinding mushola, Satgas TMMD tidak hanya membangun fisik, tetapi juga merawat harapan, menciptakan kebersamaan, dan menyebarkan kebahagiaan di hati rakyat.
