TMMD

Komitmen Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan dalam Meningkatkan Kesehatan Anak

LAMONGAN — Kegiatan nyata para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di pagi yang cerah itu bukan hanya sekadar merampungkan pembangunan jalan. Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan dengan semangat menyusuri jalan menuju balai desa, berkolaborasi dengan kader dan perangkat desa untuk mengadakan pelayanan Pos Kesehatan Terpadu (Posyandu) bagi anak-anak serta balita di daerah setempat.

Kegiatan ini termasuk dalam upaya non-fisik TMMD ke-129, yang ditujukan untuk meningkatkan mutu hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat desa. Kehadiran dan interaksi para prajurit dengan anak-anak serta ibu-ibu di desa tersebut menambah suasana hangat dan akrab di tengah-tengah mereka.

Dikenakan seragam camo yang khas, anggota satgas dengan penuh semangat ikut serta dalam penimbangan balita, membantu mencatat perkembangan anak, serta memberikan makanan tambahan yang bergizi. Senyuman tulus yang mereka tunjukkan dan tawa ceria dari balita menciptakan momen-momen humanis yang sangat berarti bagi masyarakat yang hadir menyaksikan.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo anggo Digdo, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah aspek fundamental yang tidak bisa diabaikan dalam program TMMD. “TNI tidak hanya ada untuk membangun infrastruktur fisik seperti jalan atau jembatan, tetapi juga untuk mendukung harapan dan masa depan generasi muda. Kesehatan anak-anak adalah investasi paling penting untuk keberlanjutan desa,” jelasnya.

Apresiasi dari Perangkat dan Kader Desa
Kedatangan para prajurit dari Kodim 0812/Lamongan disambut dengan antusias oleh perangkat desa dan kader Posyandu. Kehadiran Satgas TMMD dianggap sangat mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di desa tersebut.

Program sasaran non-fisik seperti ini menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan masyarakat bukan hanya sebuah ucapan, tetapi merupakan tindakan nyata yang menunjukkan kepedulian mendalam hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *