BOJONEGORO, – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, telah membawa perubahan positif bagi masyarakat lokal.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, memberikan penghargaan tinggi atas kerjasama yang solid antara TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta semua pemangku kepentingan yang terlibat.
Hal ini disampaikan Kusnadi saat menerima Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-129 dari Mabes TNI, Mabes TNI AD, Kodam V Brawijaya, dan Korem 082/CPYJ di Balai Desa Kesongo pada Jum’at (31/7/2026).
Desa Kesongo, yang dikenal sebagai pusat produksi tembakau di Bojonegoro, kini tengah giat melakukan penguatan potensi daerah melalui pembangunan infrastruktur dan program pengembangan masyarakat.
Kusnadi juga menekankan bahwa kegiatan TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat.
“Masyarakat sangat bersyukur dan bersemangat. Program TMMD kali ini menyediakan pembangunan fisik dan pelatihan, bimbingan, serta sosialisasi yang berharga. Peningkatan ini sangat mempengaruhi kondisi desa kami,” ungkap Kusnadi dalam wawancara dengan media.
Ia melanjutkan bahwa progres pembangunan fisik sudah mencapai antara 60 hingga 90 persen, mencakup infrastruktur jalan, perbaikan jembatan, dan pembangunan drainase.
Di samping itu, fasilitas umum dan ekonomi juga menjadi prioritas, dengan pembangunan mushola, area untuk pedagang UMKM, normalisasi sungai, serta rehabilitasi gedung sekolah dan rumah warga kurang mampu.
Pembangunan sumur bor di Dusun Bekatul merupakan solusi atas kesulitan air bersih yang sering dihadapi warga, terutama saat musim kemarau.
Kusnadi menjelaskan, “Sebelum ada sumur bor, warga harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih. Kini, dengan adanya infrastruktur air bersih, ketahanan masyarakat semakin kuat.”
Ketua Tim Wasev TMMD ke-129, Brigjen TNI M. Herry Subagyo, S.I.P. (Dirbinter Ster TNI), menekankan pentingnya program ini sebagai prioritas nasional yang terkoordinasi.
“Keberhasilan TMMD sangat tergantung pada kolaborasi semua pihak, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat dan program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup di pedesaan,” ujarnya.
Brigjen TNI M. Herry Subagyo menambahkan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan semua sasaran fisik dan nonfisik terlaksana sesuai rencana, sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat demi pemerataan kesejahteraan Kabupaten Bojonegoro.
Program ini berlangsung dari 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”
Sekitar 150 personel Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat berkolaborasi untuk menyelesaikan semua program yang telah direncanakan.
Dengan adanya sinergi yang kuat, Desa Kesongo kini berubah menjadi lebih terintegrasi, mandiri, dan sejahtera, tidak hanya sebagai penghasil tembakau.
